Gaya

Gaya
Gaya

Kamis, 03 November 2011

GURU DAN KUALITAS PENDIDIKAN


KARYA ILMIAH

GURU DAN KUALITAS PENDIDIKAN















OLEH
NAMA                               : NASRULLAH, A. Ma
NIP                                     : 198701252009031001
TEMPAT TUGAS              : SD NEGERI 14 PU.  TANDING






PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG
DINAS PENDIDIKAN
TAHUN 2009






HALAMAN  PENGESAHAN













KARYA ILMIAH


GURU DAN KUALITAS PENDIDIKAN




Mengetahui,                                                                           PU. Tanding, 20 November 2009
Kepala Sekolah                                                                      Peserta Lomba




Turini, S. Pd.                                                                         Nasrullah, A. Ma.
Nip. 196705271988032003                                                    Nip. 198701252009031001






KATA PENGANTAR
           
            Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, hidayah dan barokahnya kepada kita, akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Guru Dan Kualitas Pendidikan . Sholawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan  yang mulia rasulullah Muhammad Saw yang telah membawa kita dari alam kejahiliayahan menuju ke alam yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
            Demi meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam upaya mencetak mutu pendidikan yang yang mampu di serap oleh para anak – anak bangsa, maka penulis berinisiatif mengembangkan pemikiran sehingga timbullah sebuah wacana tentang bagaimana menciptakan strategi seorang guru dalam  pelaksanaan pendidikan dan pengajaran sehingga menarik minat dan bakat peserta didik dalam mengembangkan kemampuan individu mereka sehingga tercipta kualitas pendidikan yang baik.
            Penulis mengakui bahwa  karya ilmiah ini mengandung banyak kekurangan serta jauh dari kesempurnaan, terutama kemungkinan terdapatnya pengulangan di sana sini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca bagi perbaikan dan penyempurnaan karya ilmiah ini. Selesainya karya ilmiah ini merupakan hasil dari bimbingan dan saran -  saran dari semua pihak yang terkait. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya.          
            Akhirnya, semoga Allah memandang karya dan usaha penulisan ini sebagai ibadah dan amal jariyah penulis yang senantiasa menjadi pahala yang terus mengalir.Amin.
                                                                                    PU. Tanding, 20 November 2009
                                                                                                            Penulis


                                                                                                          Nasrullah
DAFTAR ISI
                                                                                                                                    Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................................ii
KATA PENGANTAR...................................................................................................................iii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................iv
Bab I               PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah…………………..………………………………..1
B.     Rumusan Masalah………………………………..…………………………2
C.    Tujuan Dan Kegunaan penelitian……………………...…………………..2
D.    Kajian Pustaka…………………………………………...………………….3
E.     Metodologi Penelitian……………………………………………………….3
F.     Defenisi Operasional……………………………….………………………..4
G.    Sistematika Pembahasan................................................................................4
BAB II            GURU DAN KUALITAS PENDIDIKAN
A.    Pengertian Guru Dan Kualitas Pendidikan...................................................6
B.     Peran Guru Dalam Menentukan Kualitas Pendidikan.................................7
C.    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kualitas Pendidikan.10
BAB III          PENUTUP
A.    Kesimpulan......................................................................................................12
B.     Saran – Saran..................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................15
PERNYATAAN KEASLIAAN TULISAN………………………………...…………………..16
BIODATA PESERTA LOMBA………………………..………………………………………17

BAB I
 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan sesuatu yang wajib dan harus di terima oleh seluruh umat manusia yang ada di alam semesta ini, oleh karena itu dalam menciptakan pendidikan yang sesuai dengan keadaan yang ada pada diri individu manusia dibutuhkan seorang pendidik yang berkompeten dan mampu membuat suatu kreasi dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan yang mempunyai beragam  strategi dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran.
            Sekolah merupakan tempat pendidikan formal dalam proses kegiatan belajar mengajar baik itu sekolah negeri ataupun swasta serta didukung oleh fasilitas yang ada dan lingkungan sekitar yang bisa membuat siswa nyaman dalam mengikuti dan menerima pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru. Tapi banyak hal yang bisa menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi tidak menarik baik itu faktor guru itu sendiri maupun aktivitas anak didik yang sulit mengkondisikan tempat belajar menjadi nyaman.
            Dari berbagai segi banyak terdapat hal yang harus mendukung demi terlaksanaknya kegiatan pembelajaran baik itu guru, anak didik maupun media pembelajaran yang berkaitan dengan proses kegiatan belajar mengajar. Pada suatu sekolah banyak guru yang memiliki berbagai macam strategi dalam kegiatan pembelajaran sehingga anak didik mudah memahami apa yang disampaikan oleh seorang guru yang bersangkutan, tapi lain hal dengan siswa yang memang membutuhkan suatu pengajaran yang khusus, guru harus rela memberikan pelajaran tambahan diluar pelajaran wajib supaya anak didik tersebut mempunyai daya serap seimbang dengan siswa yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata.
            Guru sebagai pendidik dan tenaga kependidikan harus mampu menguasai keadaan kelas maupun bahan ajar yang harus kita ajarkan pada  peserta didik, disamping itu seorang guru juga harus bisa membedakan mana yang merupakan bahan ajar yang berbentuk teori dan mana yang harus di praktekkan oleh anak didik sehingga tercipta kombinasi antara teori dan praktek dan juga tercipta suasana belajar yang berkesinambungan antara guru dan anak didik.

B.     Rumusan Masalah         
            Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan maka dapat di rumuskan beberapa masalah yaitu :
  1. Bagaimana kaitan antara guru dan kualitas pendidikan ?
  2. Apakah yang menjadi faktor rendahnya kualitas pendidikan ?
  3. Bagaimana peran guru dalam menentukan kualitas pendidikan ?

C.    Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
            Dengan merujuk pada permasalahan yang telah di kemukakan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk:
a.       Mengetahui pengertian  guru dan kualitas pendidikan ?
b.      Mengetahui bagaimana peran guru dalam menentukan kualitas pendidikan ?
c.       Mengetahui apakah yang menjadi faktor rendahnya kualitas pendidikan ?
2.      Kegunaan Penelitian
a.       Secara Praktis
      Dari penelitian ini dapat menjadi masukan, khususnya bagi guru dan anak didik, pemerintah yang secara langsung terlibat dalam menentukan kualitas pendidikan


b.      Secara Teoritis
      Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan informasi bagi penelitian selanjutnya dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan guru dan kualitas pendidikan.

D.    Kajian Pustaka
      Penelitian ini merupakan penelitian yang bertumpuh pada kajian kepustakaan ( library research ), yaitu suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalahan – permasalahan melalui tela’ah kritis terhadap literatur – literatur yang relevan dengan pokok permasalahan yang sedang di teliti. Setelah penulis mengamati dari beberapa penelitian maka belum ditemukan yang membahas secara spesifik tentang “ Guru Dan Kualitas Pendidikan “

E.     Metodologi Penelitian
1.      Jenis Penelitian
      Penelitian ini merupakan penelitian yang bertumpuh pada kajian kepustakaan ( library research ), yaitu suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalahan – permasalahan melalui tela’ah kritis terhadap literatur – literatur yang relevan dengan pokok permasalahan yang hendak dibahas.
2.      Sumber Data
      Adapun sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu; data primer dan data sekunder. Data primer adalah data pokok yang menjadi kaitan dalam penelitian ini seperti buku “menuju pendidikan nasional yang relevan dan bermutu” karya DR. Soedijarto, M. M. serta buku “Manajemen Berbasis Sekolah Dan Masyarakat Strategi Memenangkan Persaingan Mutu”karya Dr. Syaiful sagala, M. Pd.. Sedangkan data sekunder adalah daya penunjang yang menjadi kaitan dengan pokok bahasan, seperti buku “Pendidikan Anak Bangsa” karya Prof. Dr. Mukhtar, M. Pd., Drs. Samsu dan Dra. Rusmini serta buku – buku yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
3.      Tehnik Pengumpulan Data
      Tehnik pengumpulan data  yang dilakukan dengan cara membaca literatur – literatur yang menjadi rujukan dalam penelitian secara mendalam kemudian menganalisanya serta mengkaji dengan teliti sumber data yang memiliki hubungan dengan pokok permasalahan.
4.      Tehnik Analisa Data
      Setelah data terkumpul, dilakukan pengklarifikasian data. Selanjutnya dilakukan secara kualitatif, kemudian dikaji secara interprestasi lalu di uraikan secara sistematis dan pada akhirnya akan ditarik kesimpulan sehingga mudah dipahami dan dimengerti.

F.     Defenisi Operasional
      Untuk menghindari kesalahpahaman dan menginterprestasikan penelitian ini, maka perlu adanya penjelasan sederhana terhadap istilah yang ada di dalamnya. Guru adalah orang yang kerjanya mengajar pada perguruan, sekolah, gedung tempat belajar, sekolah tinggi, universitas. Pendidikan adalah proses penyampaian kebudayaan atau proses pembudayaan yang bertujuan menjadikan anak didik memilki keterampilan, pengetahuan, sikap – sikap, nilai – nilai, serta pola – pola perilaku tertentu. [1]

G.    Sistematika Pembahasan
Untuk memudahkan proses pembahasan dan penelitian, maka sistematika penulisan penelitian ini akan di bagi dalam beberapa bab :
      Bab I, Pendahuluan yang meliputi; Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Dan Kegunaan Penelitian, Kajian Pustaka, Metodologi Penelitian Dan Sistematika Pembahasan
      Bab II, Guru Dan Kualitas Pendidikan Yang Meliputi Pengertian Guru Dan Kualitas Pendidikan, Peran Guru Dalam Menentukan Kualitas Pendidikan Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kualitas Pendidikan.
      Bab III, Penutup yang meliputi Kesimpulan dan Saran.















BAB II
 GURU DAN KUALITAS  PENDIDIKAN

A.    Pengertian Guru Dan Kualitas Pendidikan
      Guru adalah orang yang kerjanya mengajar pada perguruan, sekolah, gedung tempat belajar, sekolah tinggi, universitas[2]. Guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah merupakan orang yang kerjanya mengajar dalam usaha menyiapkan anak didik melalui kegiatan bimbingan dan latihan melalui petunjuk yang diberikan untuk diketahui.
Kualitas pendidikan adalah mutu yang digunakan dalam usaha menyiapkan anak didik melalui kegiatan bimbingan dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.   Keberhasilan kinerja dalam menciptakan kualitas pendidikan bukan hanya di tunjang oleh tenaga kependidikan yang disebut guru saja, melainkan oleh tenaga kependidikan lainnya. Guru sendiri sebagai bagian dari tenaga kependidikan memiliki latar belakang keprofesionalan yang beragam. Mereka terdiri dari guru yang berstatus sebagai pegawai negeri ( PNS ), guru yang berstatus honorer daerah yang belum diangkat menjadi PNS, serta guru-guru swasta yang bernaung di bawah yayasan-yayasan pendidikan. Prinsip yang mengatakan bahwa semua orang bisa mengajar dan anak bisa pintar bila mereka ajar telah mendorong kinerja guru terkesan tidak optimal selama ini. Hasil penataran guru ternyata belum menunjukkan daya kerja berbeda mereka bila dibanding  yang tidak mengikuti penataran. Disini tidak ada kontrol terhadap hasil penataran meski telah menghabiskan biaya cukup besar. Paradigma semacam ini tentu saja perlu diubah karena tidak semua orang bisa mengajar dengan baik dan benar. Pekerjaan pendidikan adalah tugas profesional meskipun para ahli masih banyak yang memperdebatkan bahwa jabatan profesional kependidikan itu sendiri seperti apa, belum ada rumusan yang tepat dan ideal. Misalnya, mula-mula syarat profesional guru haruslah lulusan D2, kemudian dalam rangka perbaikan profesionalisme tenaga kependidikan, pada akhirnya semua guru untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah harus berpendidikan minimal setara S1.Dari sini asumsi yang dapat ditegakkan adalah rendahnya kualitas SDM pendidikan yang mengakibatkan rendahnya kualitas lulusannya.
      Guru yakin dan bertanggungjawab atas kemajuan akademis anak didik, karena anak didik lebih banyak belajar di luar bimbingan guru, yaitu dengan belajar secara mandiri. Pelayanan tambahan harus difokuskan pada penetapan siswa dalam program reguler yang di jadwalkan berdasarkan kepentingan pengajaran dikelas karena belajar di kelas adalah penting.Dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang dapat mempengaruhi penjadwalan sekolah adalah masa tunggu , pengelompokkan kemampuan, dan program – program tambahan. Administrator mengkoordinasikan program pendidikan dan pengajaran mengacu pada pertimbangan – pertimbangan penjadwalan lain. Jadwal sekolah disusun untuk membantu guru menggunakan waktunya secara produktif, tetapi jadwal bukanlah jaminan pengajaran berfungsi secara produktif jika tidak di kontrol pelaksanaannya, tetapi jadwal harus luwes untuk guru dan anak didik. Pelayanan tambahan harus difokuskan  pada penetapan siswa dalam program reguler yang dijadwalkan berdasarkan kepentingan pengajaran dikelas karena belajar di kelas adalah penting. Tujuannya menyediakan fokus akademi membentuk jadwal program – program pengajaran spesifik, memberikan otoritas, membuat keputusan dan tanggungjawab guru menyangkut penempatan anak didik.

B.     Peran Guru Dalam Menentukan Kualitas Pendidikan
            Kepercayaan tentang pentingnya  kedudukan guru dalam menentukan kualitas pendidikan nampaknya tidak akan menurun. Dalam pada itu, berbagai penelitian tidak akan memberikan gambaran yang menggembirakan tentang efektifnya peranan guru dalam mempengaruhi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran disekolah. Peranan guru dapat terlaksanakan secara efektif bila dilakukan bila oleh seorang yang profesonal baik dalam pengertian kemampuan, rasa tanggungjawab, sikap, dan pengabdiannya.
            Secara singkat setiap kemampuan profesional seorang guru pada hakikatnya adalah muara dari segala pengetahuan teori, segala penguasaan berbagai keterampilan dasar, pemahaman yang mendalam tentang anak didik, objek belajar dan situasi belajar. Untuk itulah mengapa pekerjaan seorang guru, dalam arti yang seharusnya, adalah pekerjaan seorang profesional, yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang secara khusus disiapkan untuk itu, dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang tidak dapat mengerjakan pekerjaan lainnya..
            Untuk dapat melaksanakan pendidikan dan pengajaran di sekolah diperlukan guru dengan kemampuan, rasa tanggung jawab, kepekaan profesional serta rasa pengabdian kepada profesi, bangsa dan negara yang tinggi. Guru yang demikian bukanlah guru yang hanya dapat menyajikan informasi dan pengetahuan bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya tanpa mengetahui pengaruhnya terhadap anak didik. Kalau guru hanya diharapkan untuk dapat menyajikan pelajaran dan bidang studi yang menjadi tanggungjawabnya, maka setiap orang yang menguasai tentang pengetahuan tentang suatu bidang studi dapat menjadi guru. Kalau demikian pekerjaan guru tidak dapat menjadi pekerjaan profesional yaitu jenis pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang secara khusus dididik secara profesional untuk dapat menjalankan tugas sebagai seorang guru dalam perannya sebagai penentu kualitas pendidikan.
            Guru yang dapat melaksanakan peranannya  adalah guru yang mempunyai kemampuan profesional dan karakteristik sebagai berikut[3] :
1.      Dapat menyusun  siasat belajar – mengajar yang berarti bagi tercapainya tujuan pendidikan.
2.      Dapat memiliki tehnik mengajar, bahan pelajaran, bentuk belajar, alat penilaian kemajuan belajar dan alat pelajaran secara tepat dan serasi dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.
3.      Dapat memahami arti setiap kegiatan belajar mengajar dan setiap tahapan belajar, baik skolastik maupun non skolastik, bagi perkembangan kemampuan, sikap, dan disiplin dari anak didiknya.
4.      Dapat mengelola proses belajar mengajar secara dinamis, kreatif dan imajinatif.
5.      Siap sedia meberikan bantuan kependidikian kepada anak didik yang menghadapi kesulitan belajar.
6.      Dapat membangkitkan motivasi belajar kepada anak didiknya.
7.      Dapat mendiagnosis latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi anak didik dan mampu menyusun alternatif pemecahannya.
8.      Dapat memberikan informasi pendidikan kepada orang tua anak didik, khususnya yang menyangkut masalah kependidikan yang dihadapi anak didiknya secara memadai dan meyakinkan.
9.      Memahami arti dari tugas yang dilaksanakan dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
10.  Memahami arti dan kedudukan pendidikan dalam keseluruhan pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Guru yang memilik kemampuan seperti diidentifikasikan di atas adalah guru dengan kualifikasi profesional penuh. Suatu kualifikasi kemampuan profesional yang memerlukan penguasaan pengetahuan dan teori  baik tentang belajar, objek belajar, proses belajar mengajar dan kondisi sosial kultural tempat terjadinya proses belajar mengajar, serta kemampuan menerapkan berbagai pengetahuan dan teori tersebut  dalam menyusun siasat belajar mengajar, mengelola proses belajar mengajar, mendiagnosis kekurangan dan kekuatan  suatu jenis proses belajar mengajar , menilai kemajuan belajar, membantu anak yang menghadapi kesulitan belajar secara profesional, dan berbagai kemampuan yang berhubungan dengan rekayasa belajar mengajar.

C.    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kualitas Pendidikan
      Betapa sangat berpengaruhnya sistem evaluasi yang dianut baik terhadap kualitas belajar maupun mutu hasil belajar, disamping situasi belajar di ruangan, latar belakang sosial ekonomi keluarga serta kemampuan dalam kognitif para guru. Rendahnya rata – rata mutu hasil belajar para anak didik telah menggejala pada berbagai negara, baik sedang berkembang maupun yang telah maju, terutama pada negara-negara yang menganut pengutamaan pemerataan kesempatan belajar diatas kepentingan lainnya. Rendahnya mutu hasil belajar dan terdapatnya disparatis rata – rata hasil belajar para anak didik yang ada di lingkungan sosial geografi telah mendorong para guru yang masih percaya akan pentingnya pendidikan sekolah, dari tahun ketahun telah adanya perubahan keadaan pendidikan yang ada di indonesia dan telah dijadikan landasan bagi terlaksananya serangkaian pembaruan pendidikan.
Combs ( 1968 ) mengemukakan bahwa pengalaman dibanyak negara berkembang terdapat beberapa faktor penyebab kualitas pendidikan rendah, yaitu :
1.      Gaji para guru yang rendah
2.      Menggunakan guru – guru yang kurang memenuhi syarat
3.      Rasio dan murid tidak seimbang
4.      Menggunakan sistem double sift
( Fangerlind dan Saha, 1983 ) mengemukakan bahwa rendahnya biaya pendidikan yang disediakan negara dan juga rendahnya dukungan masyarakat pada negara – negara berkembang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Inilah yang membedakan kualitas pendidikan pada negara berkembang dan negara maju.[4]
      Sebagai implementasi kebijakan otonomi daerah, UU No. 22 tahun 1999 menyatakan bahwa kewenangan yang berhubungan dengan tenaga kependidikan, khususnya berkaitan dengan guru, sebagian diserahkan pada pemerintah kabupaten / kota. Melalui undang – undang ini pemerintah hendaknya konsisten menerima guru dan tenaga kependidikan dari lulusan pendidikan yang memiliki kewenangan kependidikan. Setelah diangkat oleh pemerintah, kualitas mereka kemudian ditingkatkan melalui pertumbuhan jabatan. Kriteria dan prioritas didefenisikan kembali berkaitan dengan pengangkatan, pemberhentian, kenaikan pangkat, penghargaan, sanksi, pengembangan melalui pendidikan maupun pelatihan secara aspiratif dengan prinsip menghargai hak asasi manusia
      Selain rekrutmen selalu dilakukan seleksi. Oleh karena itu, diperlukan penetapan pedoman seleksi penetapan pedoman seleksi bagi penerimaan, penempatan, pemindahan, pembinaan karier dan kesejahteraan bagi guru sebagai bagian komitmen meningkatkan kualitas pendidikan.
      Pengelolahan pendidikan  bisa terdiri atas guru yang melaksanakan tugas mengajar di kelas, tenaga kependidikan di berbagai jenjang dan jenis kependidikan saja, tetapi juga beberapa diantara mereka yang berada pada kantor pendidikan. Sebagai tenaga kependidikan, mereka didukung oleh peran, kewenangan dan latar belakang pendidikan yang relevan  dengan bidang tugas dan tanggungjawabnya.
BAB III  PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Dari uraian yang dijelaskan dalam bahasan ini dapat disimpulkan bahwa :
  1. Guru adalah orang yang kerjanya mengajar pada perguruan, sekolah, gedung tempat belajar, sekolah tinggi, universitas. Guru merupakan orang yang penting dalam menentukan tinggi rendahnya kualitas pendidikan suatu negara.
  2. Guru sebagai peranannya dalam menentukan kualitas pendidikan harus mempunyai kemampuan profesional dan karakteristik sebagai berikut :
    1. Peran guru dalam menentukan kualitas pendidikan Dapat menyusun  siasat         belajar – mengajar yang berarti bagi tercapainya tujuan pendidikan.
    2. Dapat memiliki tehnik mengajar, bahan pelajaran, bentuk belajar, alat penilaian kemajuan belajar dan alat pelajaran secara tepat dan serasi dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.
    3. Dapat memahami arti setiap kegiatan belajar mengajar dan setiap tahapan belajar, baik skolastik maupun non skolastik, bagi perkembangan kemampuan, sikap, dan disiplin dari anak didiknya.
    4. Dapat mengelola proses belajar mengajar secara dinamis, kreatif dan imajinatif.
    5. Siap sedia meberikan bantuan kependidikian kepada anak didik yang menghadapi kesulitan belajar.
    6. Dapat membangkitkan motivasi belajar kepada anak didiknya.
    7. Dapat mendiagnosis latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi anak didik dan mampu menyusun alternatif pemecahannya.
    8. Dapat memberikan informasi pendidikan kepada orang tua anak didik, khususnya yang menyangkut masalah kependidikan yang dihadapi anak didiknya secara memadai dan meyakinkan.
    9. Memahami arti dari tugas yang dilaksanakan dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
j.        Memahami arti dan kedudukan pendidikan dalam keseluruhan pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  1. Faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan adalah :
    1. Gaji para guru yang rendah
    2. Menggunakan guru – guru yang kurang memenuhi syarat
    3. Rasio dan murid tidak seimbang
    4. Menggunakan sistem double sift
( Fangerlind dan saha, 1983 ) mengemukakan bahwa rendahnya biaya pendidikan yang disediakan negara dan juga rendahnya dukungan masyarakat pada negara – negara berkembang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan. Inilah yang membedakan kualitas pendidikan pada negara berkembang dan negara maju.







B.     Saran - Saran
            Mengacu pada kesimpulan diatas, maka penulis menyarankan diantaranya yaitu :
  1. Karena guru adalah orang penting dalam menentukan tinggi rendahnya kualitas pendidikan, maka hendaknya pemerintah sebagai orang orang berwenang dalam hal kesejahteraan guru untuk dapat memperhatikan gaji guru yang dinilai minim jika dibandingkan dengan tugasnya dalam  mencetak generasi masa depan bangsa yang cerdas dan berkualitas
  2. Guru hendaknya mampu melaksanakan perannya sebagai  tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencetak anak didik sebagai generasi bangsa sesuai dengan kemampuan profesional guru dan karakteristik seorang guru profesional














DAFTAR PUSTAKA


Soedijarto. 1993. Menuju Pendidikan Nasional Yang Relevan Dan Bermutu. Jakarta :Balai            Pustaka

S. Sagala. 2006. Manajemen Berbasis Sekolah Dan Masyarakat ( Strategi Memenangkan   Persaingan Mutu ). Jakarta :  PT Rakasta Samasta

Mukhtar, Samsu, Rusmini. 2007. Pendidikan Anak Bangsa ( Pendidikan Untuk Semua ). Jakarta :             PT. Nimas Multima

Poerwadarminta, WJS. ,1983. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Fangerlind, I. dan Saha, L. J. , 1983. Educational And National Development; A Comparative Andperspective. New york :   Pergamon Press















SURAT PERNYATAAN

Bismillahirrohmanirrohim
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
                                    Nama                          : Nasrullah, A. Ma.
                                    Nip                              : 198701252009031001
                                    Tempat Tugas           : SD Negeri 14 Padang Ulak Tanding

            Dengan ini saya menyatakan dengan sungguh – sungguh :
  1. Saya menyadari bahwa memalsukan karya ilmiah dalam bentuk yang dilarang oleh undang – undang, termasuk pembuatan karya ilmiah oleh orang lain dengan sesuatu imbalan atau mengambil karya orang lain adalah tindakan kejahatan yang harus di hukum menurut undang – undang yang berlaku.
  2. Bahwa karya ilmiah ini adalah karya dan tulisan saya sendiri, bukan karya orang lain atau karya jiplakan dari karya orang lain.
  3. Bahwa di dalam karya ilmiah ini tidak  terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh suatu penghargaan dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat atau pendapat yang pernah atau diterbitkan orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah saya ini dan di sebutkan dalam daftar pustaka.
      Bila kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar saya bersedia tanpa mengajukan banding menerima sanksi yang berlaku.
                                                                              Padang ulak tanding, 20 November 2009
                                                                                          Yang menyatakan,



                                                                                          Nasrullah, A. Ma.
BIODATA
PESERTA SIMPOSIUM GURU REJANG LEBONG TAHUN 2009








1
Nama
Nasrullah, A. Ma.
2
NIP
198701252009031001
3
Mengajar Di Kelas
V ( Lima )
4
Tempat / Tgl Lahir
Lubuklinggau / 25 januari 1987
5
Jenis Kelamin
Laki - laki
6
Agama
Islam
7
Judul Karya
Guru Dan Kualitas Pendidikan
8
Sekolah

a. Nama Sekolah
SD Negeri 14 Padang Ulak Tanding
b. Jalan
Air Kati
c. Kelurahan / Desa
Air Kati
d. Kecamatan
Padang Ulak Tanding
e. Kabupaten
Rejang Lebong
f. Provinsi
Bengkulu
g. Kode Pos
39182
h. Telepon
-
9
Alamat Rumah

a. Jalan
Bengawan Solo Rt. 10 No. 87
b. Kelurahan / Desa
Ulak Surung
c. Kecamatan
Lubuklinggau Utara II
d. Kabupaten / Kota
Lubuklinggau
e. Provinsi
Sumatera Selatan
f. Kode Pos
31617
g. Telepon
-
h. No. Hp
081377520044
i. Prestasi Yang Pernah Dicapai
-

Mengetahui,                                                                           PU. Tanding, 20 November 2009
Kepala Sekolah                                                                      Peserta Lomba



Turini, S. Pd.                                                                         Nasrullah, A. Ma.
Nip. 196705271988032003                                                    Nip. 198701252009031001



[1] Syaiful S. Manajemen Berbasis Sekolah Dan Masyarakat ( Strategi Memenangkan Persaingan Mutu ).
                (Jakarta: Nimas Multima, 2006 ). Hal. 227
[2] Poerwadarminta, WJS.. Kamus Besar Bahasa Indonesia.( Jakarta : Balai Pustaka,1983)
[3] Soedijarto, M.A., Menuju Pendidikan Nasional Yang Relevan Dan Bermutu,( Jakarta : balai pustaka,1987),
                hal. 186-187
[4] Fangerlind, I. dan Saha, L. J. Educational And National Development; A Comparative Andperspective. New york :                Pergamon Press, 1983.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar